Agar Tidak Ngantuk Saat Berkendara Malam

  • Harry
  • |
  • 6 May 2012

 

Kemacetan di pagi, siang dan sore hari dapat terakumulasi menjadi kelelahan dan rasa kantuk yang tak tertahankan di malam hari. Tak dapat dipungkiri, mengantuk saat mengemudi adalah ancaman terbesar dan menjadi penyebab kecelakaan yang fatal di jalan raya.

Tertidur  saat mengemudi akibat kelelahan sering menjadi sumber malapetaka, terlebih dalam sebuah perjalanan yang panjang. Meski sekejap saja kita memejamkan mata, saat membuka mata bisa-bisa kita sudah beada di Instalasi Gawat Darurat. Sebuah data statistic memaparkan terdapat 300 orang menjadi korban setiap tahunnya karena Sang Supir tertidur saat melaju di jalan.

Mengemudi adalah bagian dari kesadaran pribadi. Kita masing masing harus mawas dan bertanggung jawab atas dirikita dan orang lain. Terkait dengan itu kita harus tahu betul batasan dayatahan tubuh. Karena obat-obatan yang kita konsumsi, alcohol dan beberapa  jenis makanan memiliki kecenderungan untuk membuat badan kita mengantuk.

Lalu sebetulnya apa saja hal-hal yang dapat kita lakukan untuk membuat kita tetap terjaga dan terhindar dari kantuk yang mengancam (utamanya saat berkendara di malam hari)?

Istirahat, saat kelelahan mulai terasa

Menepilah manakala anda mulai merasa kelelahan, pilih tempat peristirahatan yang nyaman dan memungkinkan Anda untuk tidur beberapa saat.

Rencanakan perjalanan

Jika bepergian dalam jarak tempuh yang cukup jauh sebaiknya anda merancang rencana perjalanan dan memperkirakan lokasi lokasi istirahat. Pastikan anda beristirahat selama 15 menit setiap 2 jam perjalanan.

Minum Kopi

Meminum kopi atau minuman lain yang mengandung kaffein tebilang ampuh untuk mengusir kantuk dan kelelahan. Dapat pula dipilih minuman berenergi yang cocok untuk Anda (tidak mengganggu lambung dan pencernaan).

Bergantian Mengemudi

Bila memungkinkan atau Anda tidak sendirian sat berkendara, ada baiknya bergantian mengemudi tiap beberapa jam. Namun perlu diingat juga bahwa bagi ‘co-driver’ sebaiknya juga tetap terjaga dan menemani sang pengemudi. Selain menjadi teman ngobrol, penting juga di saat kita melalui jalur yang kurang dikenal.

Memilih Tempat Istirahat

Saat lelah tak dapat lagi tertahankan sebaiknya anda segera menepi dan masuk ke rest-area (tempat peristirahatan). Pilihlah tempat peristirahatan yang nyaman dan aman. Jangan menepi di bahu jalan jika anda berada di jalan tol. Rest-area biasanya menawarkan layanan tertentu selain SPBU atau kafetaria, Anda dapat pula mencoba pijat refleksi yang ditawarkan. Pastikan juga ‘co-driver’ yang bergantian juga mendapatkan istirahat. Jangan lupa meyakinkan setiap penumpang  untuk buang air, karena biasanya masalah sepele seperti ini bisa menjadi gangguan saat perjalanan jauh.

Lelah = Berkurangnya Kemampuan

Perlu diingat kembali saat lelah, tubuh kita menjadi kurang awas. Kelelahan akan menurunkan kadar konsentrasi, serta mengurangi kesigapan kita dalam mengoperasikan kendaraan. Menurunnya respon terhadap situasi jalanan jelas merupakan bahaya besar, sepersekian detik kita terlambat mengantisipasi kejadian  di depan kita dapat berujung pada sebuah malapetaka

Selain tips-tips tadi, ada pula yang perlu diingat, yaitu hindarilah “pressure driving” atau mengemudi dalam tekanan. Berangkatlah lebih awal, karena saat kita terlambat berangkat ke suatu tempat, kita cenderung terburu-buru dan menjadi lengah saat melaju kencang. Tetap santai dan jauhkan diri anda dari tekanan waktu. Memotong waktu saat melaju kencang tak akan berarti jika terjadi kecelakaan. Karena saat terjadi kecelakaan waktu anda akan terbuang berlipat-lipat lebih banyak.

 

Gabung bersama kami
BACA JUGA »
X
^